Skip to content
Search
Close this search box.

Baru Saja Direnovasi, Kok Lapangan Tenis Sudah Retak dan Catnya Mengelupas?

membuat garis line lapangan badminton

Pernah melihat lapangan tenis yang baru selesai direnovasi, tetapi beberapa bulan kemudian mulai muncul retakan? Atau catnya sudah mengelupas, padahal secara tampilan masih terlihat seperti lapangan baru?

Kondisi seperti ini cukup sering ditemukan. Dan kalau dilihat dari sisi kontraktor lapangan, masalahnya biasanya bukan hanya pada cat. Lapangan olahraga adalah satu kesatuan. Mulai dari kondisi tanah dan struktur di bawahnya, lapisan beton atau aspal, proses perbaikan permukaan, sampai coating paling atas. Kalau salah satu tahap dikerjakan tanpa memperhatikan kondisi lapangan, masalah bisa muncul kembali meskipun hasil akhirnya terlihat bagus.

1. Retakan Lama Hanya Ditutup, Bukan Diperbaiki

Ini salah satu penyebab yang paling sering terjadi. Retakan pada lapangan memang bisa ditutup agar permukaannya kembali terlihat rata. Tetapi kalau penyebab retaknya tidak ditangani, retakan tersebut berpotensi muncul kembali.

Misalnya terdapat pergerakan pada permukaan atau retakan yang cukup dalam. Kalau hanya diberi filler kemudian langsung dilapisi coating, lapisan baru akan mengikuti pergerakan tersebut. Akhirnya, beberapa waktu kemudian retaknya terlihat lagi. Karena itu, sebelum renovasi dimulai, kondisi retakan perlu dilihat terlebih dahulu. Tidak semua retak bisa diperlakukan dengan cara yang sama.

2. Permukaan Tidak Dipersiapkan dengan Benar

Coating membutuhkan permukaan yang siap. Permukaan lama yang masih berdebu, berminyak, rapuh, berlumut, atau memiliki lapisan lama yang sudah terlepas tidak ideal untuk langsung dicat ulang. Kalau daya lekat antara permukaan dan coating tidak baik, lapisan baru bisa mengelupas. Inilah kenapa pekerjaan renovasi lapangan bukan sekadar memilih warna cat. Ada pekerjaan persiapan yang justru sangat menentukan hasil akhirnya.

3. Lapangan Masih Mengandung Banyak Air

Kelembapan juga tidak boleh dianggap sepele. Jika permukaan masih terlalu basah atau terdapat masalah air dari bawah permukaan, coating yang diaplikasikan di atasnya bisa mengalami gangguan daya lekat. Pada kondisi tertentu, air atau uap air dari bawah dapat memberikan tekanan pada lapisan di atasnya. Akibatnya coating bisa menggelembung, retak, atau terangkat.

Jadi sebelum pengecatan, kondisi permukaan dan lingkungan kerja perlu diperhatikan. Cat yang bagus pun tidak akan bekerja maksimal kalau diaplikasikan pada kondisi permukaan yang tidak siap.

4. Material dan Sistem Coating Tidak Sesuai

Setiap lapangan memiliki kondisi yang berbeda. Lapangan tenis outdoor, misalnya, harus menghadapi panas matahari dan hujan secara terus-menerus. Karena itu, sistem material yang digunakan harus sesuai dengan fungsi dan kondisi lapangannya. Yang perlu diperhatikan bukan hanya merek atau harga material, tetapi juga sistem aplikasinya. Mulai dari material perbaikan, lapisan dasar, coating, sampai finishing harus saling sesuai. Kesalahan pada salah satu bagian bisa memengaruhi lapisan berikutnya.

5. Proses Pengerjaan Terlalu Terburu-buru

Ini juga sering menjadi masalah. Setiap lapisan membutuhkan waktu untuk mengering dan mencapai kondisi yang sesuai sebelum masuk ke tahap berikutnya. Kalau pekerjaan dikejar agar cepat selesai, sementara lapisan sebelumnya belum siap, hasil akhirnya bisa ikut bermasalah. Begitu juga dengan kondisi cuaca.

Untuk lapangan outdoor, waktu pengerjaan harus mempertimbangkan panas, hujan, kelembapan, dan kondisi permukaan. Jangan sampai coating baru selesai diaplikasikan lalu terkena hujan sebelum waktunya.

Jadi, Salah Cat atau Salah Pengerjaan?

Belum tentu salah satu saja. Kualitas lapangan merupakan hasil dari banyak tahapan yang saling berhubungan. Material yang bagus membutuhkan permukaan yang benar. Permukaan yang baik membutuhkan persiapan yang benar. Dan semuanya tetap membutuhkan metode aplikasi yang tepat.

Itulah mengapa renovasi lapangan tidak seharusnya dipandang sebagai pekerjaan “amplas, tambal, lalu cat”. Ada kondisi lapangan yang perlu diperiksa terlebih dahulu sebelum menentukan metode perbaikannya.

Jangan Tunggu Sampai Lapangan Rusak Lagi

Kalau lapangan Anda baru direnovasi tetapi retakan mulai muncul, coating mengelupas, atau permukaannya kembali bermasalah, jangan buru-buru melakukan pengecatan ulang. Cari tahu dulu “kenapa masalah tersebut terjadi?”

Di sportflooring.id, kami menangani pekerjaan lapangan olahraga dengan melihat kondisi lapangan terlebih dahulu, bukan hanya menentukan material lalu langsung mengerjakannya. Mulai dari perbaikan retak, persiapan permukaan, coating, hingga pengecatan lapangan tenis dan lapangan olahraga lainnya. Dan kalau Anda masih bingung apakah lapangan perlu direnovasi total atau sebenarnya masih bisa diperbaiki, konsultasikan dulu kondisinya kepada kami. Anda bisa mengirimkan foto kondisi lapangan untuk mendapatkan gambaran awal mengenai masalah yang terlihat.

Karena bagi kami, pekerjaan lapangan yang baik bukan hanya tentang bagaimana membuatnya bagus saat selesai dikerjakan, tetapi bagaimana lapangan tersebut tetap layak digunakan setelahnya.

SportFlooring.id – Spesialis Pembuatan & Renovasi Lapangan Olahraga
www.sportflooring.id

 

Hubungi Kami

Rengga P. Putra
0813-3117-0073 (CALL/WA)

Baru Saja Direnovasi, Kok Lapangan Tenis Sudah Retak dan Catnya Mengelupas?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *