Pickleball: Olahraga Viral yang Lagi Naik Daun dan Bikin Banyak Orang Pengen Punya Lapangannya Sendiri
Kalau kamu perhatikan sobat sportflooring belakangan ini, dunia olahraga lagi ramai banget sama satu nama baru: Pickleball. Di Amerika, Eropa, bahkan mulai masuk ke Indonesia — dari perumahan elite sampai resort, lapangan pickleball mulai bermunculan di mana-mana. Pekerjaan dan permintaan lapangan ini pun mulai banyak kami terima untuk digunakan baik perorangan maupun instansi dan perusahaan.
Buat yang belum tahu, pickleball itu semacam “anak campuran” antara tenis, badminton, dan pingpong. Tapi jangan salah, justru di situlah serunya!
Table of Contents
Sebenarnya Apa Itu Pickleball?
Pickleball dimainkan di lapangan yang ukurannya lebih kecil dari tenis, pakai paddle (raket pipih dari bahan komposit) dan bola plastik berlubang kecil. Yang bisa dimainkan antara 1 lawan 1 (single) atau 2 lawan 2 (double), dengan aturan simpel:
-
Bola harus dipantulkan sekali sebelum dismash.
-
Servisnya dari bawah, menyilang ke arah lawan.
-
Siapa yang servis, itu yang bisa dapat poin.
Permainan ini cepat, seru, tapi nggak terlalu bikin ngos-ngosan. Cocok banget buat semua usia, dari anak muda sampai orang tua.
Kenapa Pickleball Bisa Viral di Mana-Mana?
Ada banyak alasan kenapa olahraga ini tiba-tiba jadi hits:
-
Mudah dimainkan
Kamu nggak perlu jadi atlet buat bisa main. Bahkan pemula bisa langsung paham aturannya dalam 10 menit. -
Lapangan kecil, biaya bangun yang murah
Dalam satu area lapangan tenis, bisa dibangun 3 sampai 4 lapangan pickleball.
Buat pengelola atau developer, ini artinya hemat lahan dan cepat balik modal. -
Seru buat sosial dan komunitas
Pickleball itu bukan cuma olahraga, tapi tempat nongkrong sehat. Orang main sambil ngobrol, ketawa, dan bikin komunitas baru. -
Dibawa influencer dan selebritas
Di luar negeri, banyak public figure main pickleball dan pamer di media sosial.
Alhasil, semua pengen coba. Dan seperti biasa, tren dari sana cepat banget nyebar ke sini.
️ Bagaimana Sih Lapangan Pickleball Itu Dibuat?
Dari sisi kontraktor, lapangan pickleball itu sederhana tapi tetap harus presisi. Mungkin memang banyak kontraktor lapangan olahraga, namun kontraktor yang mengerti dan dapat mengikuti standar dan profesional pekerjaan lapangan pun tidak banyak. Maka dari itu jangan sampai salah pilih, dari kami sportflooring akan jelaskan sedikit terkait pembangunan lapangan Pickleball yang baru kami kerjakan.
Berikut komponennya secara singkat:
-
Ukuran lapangan: 13,4 m × 6,1 m (ganda)
-
Pondasi dasar: beton atau aspal padat
-
Kemiringan: sekitar 1% biar air hujan cepat ngalir
-
Pagar: tinggi 3 meter dari bahan galvanis
-
Lampu: LED 200 lux, biar tetap terang kalau main malam
Nah, yang paling penting dari semuanya adalah finishing permukaannya. Di sinilah kualitas dan kenyamanan lapangan ditentukan.
Pilihan Finishing Lapangan Pickleball
Biar lebih mudah, berikut ini beberapa jenis finishing yang paling sering dipakai untuk lapangan pickleball, lengkap dengan plus-minusnya:
1. Acrylic Coating — Favorit Paling Populer
Kelebihan:
-
Warna tajam, permukaan halus.
-
Tahan panas dan hujan.
-
Perawatan gampang banget.
-
Biayanya paling ramah di kantong.
Kekurangan:
-
Kurang lentur, bisa retak kalau pondasi nggak stabil.
Kisaran harga: Rp 70–110 juta / lapangan
Cocok untuk: perumahan, sekolah, klub olahraga, atau area publik.
2. PU (Polyurethane) Coating — Fleksibel dan Nyaman
Kelebihan:
-
Permukaan lentur, aman buat lutut.
-
Anti-retak dan tahan lama.
-
Nyaman dipakai untuk intensitas tinggi.
Kekurangan:
-
Proses pemasangan lebih lama dan harga sedikit di atas acrylic.
Kisaran harga: Rp 90–130 juta / lapangan
Cocok untuk: resort, proyek premium, atau lapangan semi-kompetisi.
3. Interlock Modular Tiles — Praktis dan Bisa Bongkar Pasang
Kelebihan:
-
Cepat dipasang, bisa dibongkar kapan aja.
-
Nggak perlu cat ulang tiap tahun.
-
Aman untuk area rooftop atau semi indoor.
Kekurangan:
-
Warna agak cepat pudar kalau kena matahari terus.
Kisaran harga: Rp 100–160 juta / lapangan
Cocok untuk: gedung olahraga modern, mall, rooftop gym, dan hotel.
4. Flexipave Rubberized — Premium dan Ramah Lingkungan
Kelebihan:
-
Nyaman banget, empuk di kaki.
-
Warna elegan (biasanya doff, kesan modern).
-
Anti air, tahan panas, dan eco-friendly.
Kekurangan:
-
Paling mahal, butuh tenaga ahli untuk pemasangan.
Kisaran harga: Rp 130–180 juta / lapangan
Cocok untuk: proyek prestisius, resort mewah, atau fasilitas internasional.
⚖️ Perbandingan Cepat Finishing Lapangan Pickleball
| Jenis Finishing | Estetika | Kenyamanan | Umur Pakai | Biaya | Cocok Untuk |
|---|---|---|---|---|---|
| Acrylic | ⭐⭐⭐⭐ | ⭐⭐⭐ | 5–7 tahun | Outdoor umum | |
| PU | ⭐⭐⭐⭐ | ⭐⭐⭐⭐ | 7–10 tahun | Premium | |
| Modular Tiles | ⭐⭐⭐ | ⭐⭐⭐⭐ | 5–8 tahun | Semi Indoor | |
| Flexipave | ⭐⭐⭐⭐⭐ | ⭐⭐⭐⭐⭐ | 8–12 tahun | Resort/Proyek Besar |
Tren di Indonesia: Dari Klub ke Perumahan
Di Indonesia, lapangan pickleball mulai banyak dibangun di:
-
Kompleks perumahan modern
-
Sekolah internasional dan universitas
-
Hotel & resort
-
Komunitas olahraga kota besar
Banyak developer mulai sadar: lapangan kecil, biaya terjangkau, tapi daya tariknya tinggi.
Apalagi kalau dibangun dengan desain modern dan finishing yang rapi — hasilnya bisa jadi ikon baru di area tersebut.
Pickleball = Olahraga Seru + Peluang Investasi
Pickleball bukan sekadar olahraga viral. Sekarang ia jadi simbol gaya hidup baru: fun, sehat, dan sosial.
Dari sisi bisnis, ini kesempatan emas untuk menciptakan fasilitas olahraga yang:
-
Nggak butuh lahan besar,
-
Biaya pembangunan terjangkau,
-
Tapi punya daya tarik luar biasa tinggi.
Sebagai kontraktor lapangan olahraga profesional, kami selalu menyarankan dua opsi terbaik untuk iklim Indonesia:
Acrylic coating untuk harga hemat dan tampilan menarik, atau
PU coating untuk kenyamanan premium dan daya tahan panjang.
Dengan desain yang tepat, finishing berkualitas, dan tim yang ahli — lapangan pickleball bisa jadi investasi yang bukan cuma menghasilkan, tapi juga menyenangkan.
Hubungi Kami untuk pengerjaan lebih lanjut konsultasikan sekarang juga

