Bingung gimana Cara Menghitung Atap Baja Ringan ? Temukan jawabannya pada artikel berikut ini.
Sekarang ini, penggunaan atap baja ringan dalam konstruksi bangunan semakin populer. Penggunaan atap baja ringan ini dipilih sebagai alternatif pengganti kayu. Berbeda dengan kayu, atap baja ringan bisa dihasilkan dalam jumlah banyak hanya dengan waktu yang cukup singkat.
Baja ringan memiliki sifat yang kaku dan juga kuat, sehingga bahan ini cocok digunakan untuk pembangunan dan juga industri. Baja ringan memiliki feromagnetisme atau magnet, sehingga bisa digunakan juga untuk rangka mobil, peralatan listrik, dan juga senjata api.
Kerangka atap baja ringan juga masih tergolong invasi baru di dalam dunia konstruksi bangunan. Meskipun penyusun utamanya adalah baja, tapi tetap terasa ringan. Hal ini membuat proses pemasangan atap dengan baja ringan akan mudah dilakukan.
Dengan menggunakan material baja. maka kerangka atap akan kuat dan tidak mudah terpengaruh dengan suhu ataupun perubahan cuaca. Karena memiliki sifat yang ringan. maka tiang bangunan tidak akan terlalu terbebani.
Cara Menghitung Atap Baja Ringan
Meskipun atap baja ringan sudah sering ditemui di masyarakat, namun masih banyak orang yang belum mengetahui Cara Menghitung Atap Baja Ringan. Padahal, memahami Cara Menghitung Atap Baja Ringan sangat penting dilakukan sebelum Anda membeli peralatan.
Cara Menghitung Atap Baja Ringan yang tidak tepat akan membuat bangunan tidak kokoh, dan dapat menimbulkan kerugian. Oleh karena itu, sebaiknya Anda meminta bantuan kepada kontraktor yang sudah berpengalaman dalam membangun atap baja ringan ini.
Jika ingin memperkirakan sendiri, maka Anda bisa menggunakan Cara Menghitung Atap Baja Ringan di bawah ini.
1. Hitung ukuran rumah yang ingin dibangun atap baja ringan
Hal yang harus dilakukan pertama kali adalah menghitung ukuran rumah. Yang harus Anda ukur adalah lebar rumah, overstek, dan juga kemiringan atap rumah.
Sebagai contoh, kita akan menghitung kebutuhan atap baja ringan untuk rumah tipe 36. Umumnya, rumah tipe ini memiliki panjang dan lebar 6 x6 meter. Sedangkan overstek yang digunakan biasanya adalah 1,5 meter. Contoh kemiringan atapnya adalah 35 derajat.
Berdasarkan data tersebut, maka akan didapatkan rumus seperti ini :
- Panjang bangunan = panjang rumah (2 x panjang overstek) = 6 + (2×1,5) = 9 meter.
- Lebar bangunan = lebar rumah + (2 x panjang overstek) = 6 + (2 x 1,5) = 9 meter.
- Derajat kemiringan = Cos 35 = 0,819.
2. Hitunglah volume rangka atap baja ringan
Setelah selesai mengukur ukuran rumah, mak alangkah selanjut adalah menghitung volume atap. Berikut ini adalah rumus yang bisa Anda gunakan ;
Volume = (panjang bangunan x lebar bangunan) : tingkat kemiringan
= (9 x 9) : 0,819 =99,8 meter kubik, Jika dibulatkan menjadi 78 meter kubik.
3. Hitung kebutuhan lainnya
Selain menghitung baja ringan, Anda juga harus menghitung kebutuhan lainnya. Kebutuhan tersebut seperti reng, kaso, sekrup. dan genteng metal.
Kebutuhan kaso :
Kaso menjadi bagian yang penting di dalam struktur atap. Hal ini karena kaso berfungsi sebagai penopang plafon dan juga rangka dasar, Selain itu, juga digunakan sebagai dasar untuk memasang reng.
Berikut adalah rumusnya :
Jumlah kaso = (volume ayap x 4) ; 6
=(98,9 x 4) : 6 = 65,9. Jika dibulatkan menjadi 66.
Kebutuhan reng :
Reng merupakan struktur rangka atap yang berada di bawah penutup atap. Reng memiliki fungsi untuk menyalurkan tekanan penutup atap ke struktur lain yang berada di bawahnya. Selain itu, genteng juga akan dipasang di bagian reng, dengan cara di sekrup.
Berikut adalah rumus menghitung kebutuhan reng :
Jumlah reng = jumlah kasi x 1,2 = 79,2.
Jadi, Anda akan membutuhkan reng sebanyak 79 sampai 80 batang.
Kebutuhan metal ukuran 2 x 4
Berikut adalah rumusnya
Jumlah genteng = (volume atap x 1,62) = 98,9 x 1,62 = 160,218.
Jadi Anda harus menyiapkan genteng sebanyak 161 lembar.
Kebutuhan sekrup :
Untuk menghitung jumlah sekrup, maka Anda harus menjumlahkan sekrup baja ringan dengan sekrup genteng.
Berikut adalah rumus sekrup genteng nya ;
Jumlah sekrup = jumlah genteng x 12
= 161 x 12 = 1.912 buah
Berikut adalah rumus sekrup baja ringan :
jumlah sekrup = volume atap x 20
=98,9 x 20 = 1.978 buah
Jadi, total sekrup yang dibutuhkan adalah 1.912 + 1.978 = 3.890.
Kelebihan Atap Baja Ringan
- Berat yang dimiliki cukup ringan jika dibandingkan dengan material pembuat atap yang lain.
- Atap baja ringan bisa dipotong dab dibentuk mengikuti rang ke atap dengan mudah.
- Memiliki kekuatan dan ketahanan yang baik terhadapt cuaca.
- Memiliki karakteristik yang lentur.
- Baja ringan memiliki sifat yang anti rayap dan juga karat.
Nah, itulah Cara Menghitung Atap Baja Ringan dan juga kelebihan atap baja ringan.
Baca juga :
